Pages

Showing posts with label lagi mikir. Show all posts
Showing posts with label lagi mikir. Show all posts

Monday, August 01, 2011

Jadi? (Part 2)

1 comments

Jadi, akhirnya disini. Tolah-toleh liat situasi, mengangguk yakin dan mulai lompat. Hoaaaaapph.

Heroik sekali.

Romadhon.

Mengantisipasi bulan ini mulai dari Sya'ban. Mulai contdown juga, semakin dekat semakin deg-degan.

Ramadhan ini, puwwasti semua orang sedang berlomba-lomba. Dapat dipastikan, semua sedang ‘genit’ kepada-Nya. Wooohh, apalagi orang-orang itu. glek.

Jadi, saya ada disini. Tolah-toleh dan merasa apa dengan yang-kayak-gini-doang saya bisa 'ditoleh' Allah? Sedangkan ada berjuta-juta muslim di seantero dunia yang sedang melakukan hal yang sama bahkan lebih hebat dan mbikin nganga untuk mencari cintaNya di bulan ini.

Orang-orang huwebat yang saya kenal dan tau, sering mbikin merinding kalau tahu komitmen dan pencapaian-pencapaian mereka. Whoa, susah dijelaskan.. mereka-mereka yang dulu membuat saya berkesimpulan bahwa prestasi selalu berbanding lurus dengan kedekatan pada Tuhan. (oh, yang ini jelas. Ada penjelasan ilmiah dan ilmu titen-nya)

Saya membayangkan sodara-sodara muslim di belahan bumi lain yang sedang menjalankan Ramadhan mereka dengan desingan peluru, suara teriakan tentara jahiliyah, shalat tarawih yang tak tenang, bahkan belum tentu bisa makan sahur dan berbuka. Tetapi bibir mereka terus terlantun ayat-ayat AlQur’an. Dengan semangat yang masih sama,atau bahkan meningkat. Masih meyakini bahwa Allah akan terus melimpahkan cinta dan memberkahi tanah para syuhada, Palestina.

...

Jadi, berkaca sama yang saya lakukan.

...

Uadoh. Juwaoh.

Tapi memang saya percaya, kita semua percaya, Allah Maha Adil, Maha Mendengar, bahkan pada suara-suara labil di doa hamba macam saya.

Hanya saja, saya takut menjadi bagian Romadhon yang kurang berkesan. Saya takut hanya mendapat ingar-bingar Romadhon yang segitu-gitu aja, lebih sederhananya, saya takut rugi...

Saat yang lain mampu dapat poin Muwaksimal dan jackpot-jackpot khusus yang hanya ada di Bulan ini, saya Cuma dapet ‘recehan’nya..

nggak mau..

Hm... tapi Allah Maha Tahu kok. Apa yang ada dihati. Niat, semangat, ikhtiar.

Allah tahu.

Jadi...

niatkan diri untuk jadi yang terbaik di mataNya. Lakukan yang terbaik, lakukan yang maksimal, yang paling maksimal. Jangan mau rugi.. karena bisa jadi ini adalah Romadhon yang terakhir.

Nggak ada yang bisa menjamin tahun depan akan ada lagi kesempatan ini.

I Guarantee..

Friday, June 18, 2010

Ternyata kita sudah SMA..

0 comments
Setelah beberapa saat tenggelam di blog milik teman-temen. Banyak hal-hal yang ternyata sudah berubah, mengikuti masanya. Mengikuti waktunya. Atau aku yang terlalu tak peduli?

Kebanyakan dari mereka menceritakan galaunya menyimpan perasaan pada gebetan, sakit hati, kecewa, patah hati, mangkel, rindu, dan indahnya saling jatuh cinta. So teenagers.

aku menemukan banyak hal yang baru kusadari. Bahwa aku sekarang berada di masa yang banyak diceritakan orang-orang. Dimana SMA adalah waktu yang dianggap tepat untuk meluapkan emosi merah jambu. Di tiap harinya aku selalu menemukan cerita-cerita merah jambu ini. Bentuknya pun beda-beda. Mau episode yang gimana? Bertepuk sebelah tangan atau nempel kayak perangko? Tipe Fahimah-Wira-Erwin (haha, cinta segitiga yang agak janggal. ada diantara mereka ternyata beneran jc sampe sekarang. Zhafa dan aksel? Nisa dan cowok bermobil jazz? Fara dan Cullen? Ato Afian yang hobi ngikutin kemana-mana amik, (ceweknya) pergi?

ribut kepanitiaan dan penatnya tugas+ ulangan beraroma alcatraz sma15 membuatku sejenak lupa akan hal-hal yang dulu kusuka saat SMP. Jatuh cinta, JC.

Terdengar munafik? terserah deh. tapi itu yang aku rasain sekarang.

Aku sempat terheran-heran dan merasa canggung membaca tulisan diary SMPku. Dulu, aku pernah begitu menyukai kakak kelasku. Aku membuat begitu banyak cerita tentangnya (aku menyebutnya novel), dan saat itu gara-gara virus komputer yang menyebabkan hampir 100 halaman itu hilang. Aku tak menyerah. I wrote it, again. Dari awal. Seakan ada dorongan yang begitu kuat sehingga membuatku terus menulis tentangnya. Ia tak pernah tau perasaanku. Bagiku, itu asyik sekali. Menyimpan segalanya sendiri. Hanya berbagi dengan teman-teman dekatku. Tak ada keinginan untuk memiliki. hanya dengan bodoh melamun diiringi lagu-lagu mellow total.

Semenjak SMA, lambat laun justru membuatku lupa akan perasaan seperti itu. Dan aku tak risau. aku berubah.
Sejenak aku berpikir. Apakah itu aneh? Apakah aneh ketika ada remaja 16 tahun tak lagi merasakan hal-hal yang biasa dirasakan cewek-cewek sebayanya?
lebih karena merasa sudah memiliki 'cinta' itu. dan tak perlu mencari-carinya lagi.

Ketika aku membaca postingan sahabat smpku yang sedang dalam absolutely broken heart, aku diam.. mengamati postingannya dari waktu ke waktu. Wow, sebegitu dalemnya ulah JC padamu, Cil..
kemudian mengamati sahabat-sahabat sebut saja salsabila dan lia yang long distance di sekolah pacar masing-masing. Masalah mereka, mangkel-e mereka.

Ada banyak jalan yang dipilih orang-orang untuk menemui cinta menurut definisi mereka masing-masing.

dan kurasa, aku sudah pernah menulis tentang cinta.
tentang cinta menurutku.

Thursday, March 18, 2010

Lagi, kita bicara tentang cita-cita

0 comments
Semua anak kelas X di Sekolah saya sedang sibuk menyiapkan syarat-syarat ke jurusan impian di kelas XI mereka nanti. Almost of them choose (of course) IPA. Syarat masuk IPA di Libels adalah rata-rata nilai Mat-Kim-Bio-Fis-Bing mereka 72, dan 77 untuk Bing. Untuk IPS, Sosiologi-Geografi-Ekonomi-Sejarah minimal 77. Dan perlu diketahui lagi, ujian di SMA saya yang indah ini tidak hanya UTS, atau UAS.
Ada 3 macam ujian:

1. Ulangan Subyektif
Bahasa gampangnya, ulangan essay atau lisan di gurunya langsung.
2. Ulangan Obyektif
Yakni ulangan terkoordinir satu sekolah, dengan menghitamkan salah satu bulatan imut LJK, pilihan ganda, sampai scanner sensi khas ruang data.
3. Evaluasi Enrichment.
Kalo yang ini khusus untuk tambahan pelajaran siang hari, yaitu Mat Fis Kim Bio Bing. Dan evaluasi yang ini berguna banget buat nambal nilai mafiabiobing yang jelek jelek.

Ahaa.. maaf ada yang lupa. Remidi. Saya rasa anda semua tau apa itu remidi. Jika nilai anda kurang dari SKM, hadapilah remidi itu. Biasanya, di sekolah saya, remidi berjamaah itu biasa. Dilakukan hampir sama seperti ulangan obyektif, tentu saja dengan nilai maksimal SKM. Haha. Kalo setelah remidi nilainya tetep kurang dari SKM? Silahkan menghadap guru mapel bersangkutan untuk meminta remidi, karena beberapa guru memilih cuek terhadap nilai siswanya. Dan kalau anda lagi nganggur, boleh membuka website resmi sekolah saya, karena disitu tercantum link download nilai hasil obyektif dan enrichment dari ruang data. Tapi saya mohon jangan dibuka, kalau anda nggak mau trauma. Jadi kalo anda mampir ke libels dan menemukan segerombolan anak numpuk berebutan di satu layar laptop dan ada yang teriak kegirangan atau ada yang mendesah kecewa, itu berarti mereka sedang melihat hasil ulangan obyektif atau enrichment mereka.

Kembali ke pembahasan tentang penjurusan. Seorang siswa akan masuk ke satu jurusan dengan beberapa pertimbangan:
1. Syarat nilai akademis terpenuhi
2. Hasil psikotes
3. Minat.

Ini dia. Seharusnya sederhana, tapi begitu rumit untuk diputuskan oleh orang plinplan seperti aku.

Di awal kelas X, saya dan teman-teman sudah menjalani psikotes, dan hasil nya menunjukan penurunan IQ dari SMP ke SMA saya --, (melas melaass)
Tapi, hasil psikotes menunjukan beberapa hal yang saya membuat saya kaget.
Minat scientific saya paling tinggi nilainya daripada bidang lain. Dan minat linguistic yang saya jagokan dari awal hanya mendapat peringkat kedua. Saya bertanya pada diri saya, mosok seh awakmu seneng ipa?
Jawaban sewot langsung muncul di benak saya. Iya! Saya menikmati ketika sedang membaca tentang pembiasan di dua medium berbeda kerapatannya, membaca tentang kehidupan porifera, dan memahami reaksi oksidasi suatu benda.
Tapi dalam detik yang bersamaan muncul pertanyaan yang menskak-mat argument pertama,

Kok nilaimu di matfiskim gak pernah setinggi yang dibilang hasil psikotes lhoh?

Saya hanya pernah sekali sukses di fisika, kimia dan matematika. Waktu awal-awal kelas X tok. Untuk yang semester dua ini, kalaupun selamat, nilainya pasti nyrempet-nyrempet SKM. Saya berpikir, mungkin bakat itu ada. Tapi saya nggak menemukan cara untuk bisa menikmatinya seperti saya menikmati biologi yang notabene hafalan sambil membayangkan. Perlu diketahui juga, saya lemah di matematika murni. Saya sering melakukan kesalahan waktu berhitung. Gak teliti lah, lupa dikali setengah lah, kurang nambah negasi lah. Saya menyadari itu. tapi dari awal, saya nggak pernah belajar kalo hanya untuk nyari nilai bagus. percuma. nggarai gak ikhlas dan gak dapet berkahnya.
Saya juga selalu enjoy belajar ilmu – ilmu sosial, mana gurunya asik asik.
Dan yang mengherankan saya lagi, di hasil psikotes itu tertulis jelas:
Lebih Disarankan : Ilmu Alam.
Matematika itu masuk ilmu alam gak siiihh ?? - - bagian mananya? (Mohon dijawab) padahal matematika tu dasar semua aspek kehidupan. Ck ck , saya suka matematika pas saya mudeng. Hehehe. Ya, minimal saya harus menyiapkan mood dan semangat lebih untuk belajar matematika.

Tapi seharusnya saya nggak akan segamang ini jika tidak melihat cita-cita akhir saya.
Saya sudah berjanji nggak akan ngambil kuliah IPA, (ngngng .. perjanjian aneh) karena saya agak trauma setelah melihat buku kalkulus kakak saya yang kuliah di IPA. Yahhh… meskipun itu berarti saya nggak ketemu lagi sama biologi atau kimia… Saya akan terjun total di bidang yang saya sukai, dan saya yakin mampu untuk itu. Kita nggak bisa main-main lagi, kita berbicara tentang Cita-Cita. Saat itu, saya mantap IPS, dengan pertimbangan dasar ilmu kuliah, sudah saya pegang di SMA.
Dan ada satu hal yang saya lewatkan dalam memutuskan tentang hal ini.

Nasihat orang tua.
Ayah saya dengan sangat demokratis membebaskan saya memilih apapun jurusan yang saya inginkan. Tapi ibu? Ibu saya selalu punya jawaban yang mematikan argumen-argumen kuat yang sudah saya siapkan sebelumnya. Ibu nggak pernah mengucapkan jelas, tapi tersirat. Ibu benar.
Akhirnya saya me-restart niat lagi. Sebenarnya, masih sulit membayangkan belajar tanpa Kimia dan biologi.
Dengan semua pertimbangan itu, saya akan terus belajar lebih giat lagi, banyak hal yang belum saya pahami dan ketahui.

Ah, biarlah. Bukankah Allah Maha Pembolak-balik hati manusia?
I will do the best of both, science and social. And let Allah takes the rest. Saya hanya ingin semua hasil ikhtiar yang terjadi di hidup saya adalah kehendakNya, bukan siapa-siapa.
Dan kita akan merasa lega nantinya. Ya kan? :)

Thursday, February 25, 2010

Mati itu ..

1 comments
Kemarin dapet video tentang sebuah kecelakaan tragis yang dialami seorang siswa sebuah SMA favorit di Surabaya dari sepupu. gak tau deh itu kapan kejadiannya.

Ngeri. Didapat dari CCTV sebuah jalanan. Ketika motor siswa itu hendak belok, truk besar gandeng muncul dan melindasnya. 12 roda. 12 roda besar itu menggilas tubuhnya. Legam darah seperti air muncrat. Pinggang terpisah. Jalanan menjadi merah. Darah.

Betapa dekatnya.
Betapa dekatnya saya-dan kita semua- dengan kematian. Saya yang tiap hari naik motor ke sekolah yang jaraknya tak kurang dari 18km dari rumah, sesungguhnya sangat dekat dengan kejadian-kejadian seperti itu. Saya ingat sekali, dulu pernah beberapa kali “terselamatkan” dari kecelakaan maut. Saya pernah lalai ngerem motor dalam keadaan dihimpit dua bus di jalan A.Yani. dan anda tahu kenapa saya jadi blank gitu? : Karena saya nyanyi lagu Geisha pas lagi nyetir.

What a stupid.

Buaian lagu membuat saya lalai. And I stopped, took a breath, istighfar, and went on. I couldn’t imagine if I was die on that time, die with Geisha Song. Not dzikrullah, not on remember -Allah condition. Tapi, Allah Maha Baik. Sekalipun pada hamba bodoh yang nyanyi lagu Geisha saat berniat menuntut ilmu. Naudzubillah …

tapi kita semua bercita-cita bertemu Allah kan?
Dan satu-satunya jalan untuk itu hanya satu, Mati.

Mati menjadi sebuah kerinduan bagi mereka yang mencintai Allah dan RasulNya, mati adalah gerbang, mati adalah the only way. Bukan sebuah ketakutan, lantas dihindari dan ‘mencegah’ malaikat Izroil mainkan perannya dengan jimat dan aji-aji. Bukan pula menjadi jalan pintas, dari masalah remeh dunia.

Saya iri. Iri luar biasa.
Para mujahidin itu. Mereka tidak mati, mereka bahagia di sisi Allah. Ketika sambitan Abu Jahal, Bilal yang dipanggang di panas padang pasir dengan batu besar di punggungnya, ketika sahabat Nabi yang dibakar di atas tungku perapian dan api-api itu padam karena cairan tubuhnya oleh kaum kafir, yakinlah mereka sedang tertawa geli. Mereka tidak mati, mereka bersama Allah. (cuplikan buku Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim-nya Salim A.Fillah)

Kita bisa memilih cara untuk bertemu Allah. Bertemu dalam keadaan kafir atau beriman, saat mengingat Allah atau mengingat dunia. Karena kematian itu sungguh rahasia Allah. We never know when it happened. It might be next year, next month, next Sunday, or a minute later.

Dan ketika kematian itu datang, kita akan bahagia. Kita hanya seperti tidur seharian kemudian dibangunkan lagi, dan berbaris rapi di tengah kerumunan yang berwajah sumringah, cerah dan menyejukkan. Kita berada dalam barisan umat Muhammad yang akan masuk Surga untuk pertama kalinya!
Subhanallah...

Semoga!
 
Copyright © Nezha Fathirah's Blog