Semua anak kelas X di Sekolah saya sedang sibuk menyiapkan syarat-syarat ke jurusan impian di kelas XI mereka nanti. Almost of them choose (of course) IPA. Syarat masuk IPA di Libels adalah rata-rata nilai Mat-Kim-Bio-Fis-Bing mereka 72, dan 77 untuk Bing. Untuk IPS, Sosiologi-Geografi-Ekonomi-Sejarah minimal 77. Dan perlu diketahui lagi, ujian di SMA saya yang indah ini tidak hanya UTS, atau UAS.
Ada 3 macam ujian:
1. Ulangan Subyektif
Bahasa gampangnya, ulangan essay atau lisan di gurunya langsung.
2. Ulangan Obyektif
Yakni ulangan terkoordinir satu sekolah, dengan menghitamkan salah satu bulatan imut LJK, pilihan ganda, sampai scanner sensi khas ruang data.
3. Evaluasi Enrichment.
Kalo yang ini khusus untuk tambahan pelajaran siang hari, yaitu Mat Fis Kim Bio Bing. Dan evaluasi yang ini berguna banget buat nambal nilai mafiabiobing yang jelek jelek.
Ahaa.. maaf ada yang lupa. Remidi. Saya rasa anda semua tau apa itu remidi. Jika nilai anda kurang dari SKM, hadapilah remidi itu. Biasanya, di sekolah saya, remidi berjamaah itu biasa. Dilakukan hampir sama seperti ulangan obyektif, tentu saja dengan nilai maksimal SKM. Haha. Kalo setelah remidi nilainya tetep kurang dari SKM? Silahkan menghadap guru mapel bersangkutan untuk meminta remidi, karena beberapa guru memilih cuek terhadap nilai siswanya. Dan kalau anda lagi nganggur, boleh membuka website resmi sekolah saya, karena disitu tercantum link download nilai hasil obyektif dan enrichment dari ruang data. Tapi saya mohon jangan dibuka, kalau anda nggak mau trauma. Jadi kalo anda mampir ke libels dan menemukan segerombolan anak numpuk berebutan di satu layar laptop dan ada yang teriak kegirangan atau ada yang mendesah kecewa, itu berarti mereka sedang melihat hasil ulangan obyektif atau enrichment mereka.
Kembali ke pembahasan tentang penjurusan. Seorang siswa akan masuk ke satu jurusan dengan beberapa pertimbangan:
1. Syarat nilai akademis terpenuhi
2. Hasil psikotes
3. Minat.
Ini dia. Seharusnya sederhana, tapi begitu rumit untuk diputuskan oleh orang plinplan seperti aku.
Di awal kelas X, saya dan teman-teman sudah menjalani psikotes, dan hasil nya menunjukan penurunan IQ dari SMP ke SMA saya --, (melas melaass)
Tapi, hasil psikotes menunjukan beberapa hal yang saya membuat saya kaget.
Minat scientific saya paling tinggi nilainya daripada bidang lain. Dan minat linguistic yang saya jagokan dari awal hanya mendapat peringkat kedua. Saya bertanya pada diri saya, mosok seh awakmu seneng ipa?
Jawaban sewot langsung muncul di benak saya. Iya! Saya menikmati ketika sedang membaca tentang pembiasan di dua medium berbeda kerapatannya, membaca tentang kehidupan porifera, dan memahami reaksi oksidasi suatu benda.
Tapi dalam detik yang bersamaan muncul pertanyaan yang menskak-mat argument pertama,
Kok nilaimu di matfiskim gak pernah setinggi yang dibilang hasil psikotes lhoh?
Saya hanya pernah sekali sukses di fisika, kimia dan matematika. Waktu awal-awal kelas X tok. Untuk yang semester dua ini, kalaupun selamat, nilainya pasti nyrempet-nyrempet SKM. Saya berpikir, mungkin bakat itu ada. Tapi saya nggak menemukan cara untuk bisa menikmatinya seperti saya menikmati biologi yang notabene hafalan sambil membayangkan. Perlu diketahui juga, saya lemah di matematika murni. Saya sering melakukan kesalahan waktu berhitung. Gak teliti lah, lupa dikali setengah lah, kurang nambah negasi lah. Saya menyadari itu. tapi dari awal, saya nggak pernah belajar kalo hanya untuk nyari nilai bagus. percuma. nggarai gak ikhlas dan gak dapet berkahnya.
Saya juga selalu enjoy belajar ilmu – ilmu sosial, mana gurunya asik asik.
Dan yang mengherankan saya lagi, di hasil psikotes itu tertulis jelas:
Lebih Disarankan : Ilmu Alam.
Matematika itu masuk ilmu alam gak siiihh ?? - - bagian mananya? (Mohon dijawab) padahal matematika tu dasar semua aspek kehidupan. Ck ck , saya suka matematika pas saya mudeng. Hehehe. Ya, minimal saya harus menyiapkan mood dan semangat lebih untuk belajar matematika.
Tapi seharusnya saya nggak akan segamang ini jika tidak melihat cita-cita akhir saya.
Saya sudah berjanji nggak akan ngambil kuliah IPA, (ngngng .. perjanjian aneh) karena saya agak trauma setelah melihat buku kalkulus kakak saya yang kuliah di IPA. Yahhh… meskipun itu berarti saya nggak ketemu lagi sama biologi atau kimia… Saya akan terjun total di bidang yang saya sukai, dan saya yakin mampu untuk itu. Kita nggak bisa main-main lagi, kita berbicara tentang Cita-Cita. Saat itu, saya mantap IPS, dengan pertimbangan dasar ilmu kuliah, sudah saya pegang di SMA.
Dan ada satu hal yang saya lewatkan dalam memutuskan tentang hal ini.
Nasihat orang tua.
Ayah saya dengan sangat demokratis membebaskan saya memilih apapun jurusan yang saya inginkan. Tapi ibu? Ibu saya selalu punya jawaban yang mematikan argumen-argumen kuat yang sudah saya siapkan sebelumnya. Ibu nggak pernah mengucapkan jelas, tapi tersirat. Ibu benar.
Akhirnya saya me-restart niat lagi. Sebenarnya, masih sulit membayangkan belajar tanpa Kimia dan biologi.
Dengan semua pertimbangan itu, saya akan terus belajar lebih giat lagi, banyak hal yang belum saya pahami dan ketahui.
Ah, biarlah. Bukankah Allah Maha Pembolak-balik hati manusia?
I will do the best of both, science and social. And let Allah takes the rest. Saya hanya ingin semua hasil ikhtiar yang terjadi di hidup saya adalah kehendakNya, bukan siapa-siapa.
Dan kita akan merasa lega nantinya. Ya kan? :)
Thursday, March 18, 2010
Thursday, February 25, 2010
Mati itu ..
Kemarin dapet video tentang sebuah kecelakaan tragis yang dialami seorang siswa sebuah SMA favorit di Surabaya dari sepupu. gak tau deh itu kapan kejadiannya.
Ngeri. Didapat dari CCTV sebuah jalanan. Ketika motor siswa itu hendak belok, truk besar gandeng muncul dan melindasnya. 12 roda. 12 roda besar itu menggilas tubuhnya. Legam darah seperti air muncrat. Pinggang terpisah. Jalanan menjadi merah. Darah.
Betapa dekatnya.
Betapa dekatnya saya-dan kita semua- dengan kematian. Saya yang tiap hari naik motor ke sekolah yang jaraknya tak kurang dari 18km dari rumah, sesungguhnya sangat dekat dengan kejadian-kejadian seperti itu. Saya ingat sekali, dulu pernah beberapa kali “terselamatkan” dari kecelakaan maut. Saya pernah lalai ngerem motor dalam keadaan dihimpit dua bus di jalan A.Yani. dan anda tahu kenapa saya jadi blank gitu? : Karena saya nyanyi lagu Geisha pas lagi nyetir.
What a stupid.
Buaian lagu membuat saya lalai. And I stopped, took a breath, istighfar, and went on. I couldn’t imagine if I was die on that time, die with Geisha Song. Not dzikrullah, not on remember -Allah condition. Tapi, Allah Maha Baik. Sekalipun pada hamba bodoh yang nyanyi lagu Geisha saat berniat menuntut ilmu. Naudzubillah …
tapi kita semua bercita-cita bertemu Allah kan?
Dan satu-satunya jalan untuk itu hanya satu, Mati.
Mati menjadi sebuah kerinduan bagi mereka yang mencintai Allah dan RasulNya, mati adalah gerbang, mati adalah the only way. Bukan sebuah ketakutan, lantas dihindari dan ‘mencegah’ malaikat Izroil mainkan perannya dengan jimat dan aji-aji. Bukan pula menjadi jalan pintas, dari masalah remeh dunia.
Saya iri. Iri luar biasa.
Para mujahidin itu. Mereka tidak mati, mereka bahagia di sisi Allah. Ketika sambitan Abu Jahal, Bilal yang dipanggang di panas padang pasir dengan batu besar di punggungnya, ketika sahabat Nabi yang dibakar di atas tungku perapian dan api-api itu padam karena cairan tubuhnya oleh kaum kafir, yakinlah mereka sedang tertawa geli. Mereka tidak mati, mereka bersama Allah. (cuplikan buku Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim-nya Salim A.Fillah)
Kita bisa memilih cara untuk bertemu Allah. Bertemu dalam keadaan kafir atau beriman, saat mengingat Allah atau mengingat dunia. Karena kematian itu sungguh rahasia Allah. We never know when it happened. It might be next year, next month, next Sunday, or a minute later.
Dan ketika kematian itu datang, kita akan bahagia. Kita hanya seperti tidur seharian kemudian dibangunkan lagi, dan berbaris rapi di tengah kerumunan yang berwajah sumringah, cerah dan menyejukkan. Kita berada dalam barisan umat Muhammad yang akan masuk Surga untuk pertama kalinya!
Subhanallah...
Semoga!
Ngeri. Didapat dari CCTV sebuah jalanan. Ketika motor siswa itu hendak belok, truk besar gandeng muncul dan melindasnya. 12 roda. 12 roda besar itu menggilas tubuhnya. Legam darah seperti air muncrat. Pinggang terpisah. Jalanan menjadi merah. Darah.
Betapa dekatnya.
Betapa dekatnya saya-dan kita semua- dengan kematian. Saya yang tiap hari naik motor ke sekolah yang jaraknya tak kurang dari 18km dari rumah, sesungguhnya sangat dekat dengan kejadian-kejadian seperti itu. Saya ingat sekali, dulu pernah beberapa kali “terselamatkan” dari kecelakaan maut. Saya pernah lalai ngerem motor dalam keadaan dihimpit dua bus di jalan A.Yani. dan anda tahu kenapa saya jadi blank gitu? : Karena saya nyanyi lagu Geisha pas lagi nyetir.
What a stupid.
Buaian lagu membuat saya lalai. And I stopped, took a breath, istighfar, and went on. I couldn’t imagine if I was die on that time, die with Geisha Song. Not dzikrullah, not on remember -Allah condition. Tapi, Allah Maha Baik. Sekalipun pada hamba bodoh yang nyanyi lagu Geisha saat berniat menuntut ilmu. Naudzubillah …
tapi kita semua bercita-cita bertemu Allah kan?
Dan satu-satunya jalan untuk itu hanya satu, Mati.
Mati menjadi sebuah kerinduan bagi mereka yang mencintai Allah dan RasulNya, mati adalah gerbang, mati adalah the only way. Bukan sebuah ketakutan, lantas dihindari dan ‘mencegah’ malaikat Izroil mainkan perannya dengan jimat dan aji-aji. Bukan pula menjadi jalan pintas, dari masalah remeh dunia.
Saya iri. Iri luar biasa.
Para mujahidin itu. Mereka tidak mati, mereka bahagia di sisi Allah. Ketika sambitan Abu Jahal, Bilal yang dipanggang di panas padang pasir dengan batu besar di punggungnya, ketika sahabat Nabi yang dibakar di atas tungku perapian dan api-api itu padam karena cairan tubuhnya oleh kaum kafir, yakinlah mereka sedang tertawa geli. Mereka tidak mati, mereka bersama Allah. (cuplikan buku Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim-nya Salim A.Fillah)
Kita bisa memilih cara untuk bertemu Allah. Bertemu dalam keadaan kafir atau beriman, saat mengingat Allah atau mengingat dunia. Karena kematian itu sungguh rahasia Allah. We never know when it happened. It might be next year, next month, next Sunday, or a minute later.
Dan ketika kematian itu datang, kita akan bahagia. Kita hanya seperti tidur seharian kemudian dibangunkan lagi, dan berbaris rapi di tengah kerumunan yang berwajah sumringah, cerah dan menyejukkan. Kita berada dalam barisan umat Muhammad yang akan masuk Surga untuk pertama kalinya!
Subhanallah...
Semoga!
Thursday, January 14, 2010
And it's being my answer ..
Di setiap tanggal 17 Agustus, yang merupakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, aku, yang saat itu berusia 10 tahun selalu duduk memeluk lutut di depan televisi. Dari pukul 08.00 – 10.00, total aku menguasai teve sederhana itu.
Aku yang berkuasa mengganti channel dari satu ke yang lainnya, mencari layar terbersih, suara terjernih.
Ya, Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang rutin ada di televisi tiap tahun adalah yang kutunggu-tunggu.
Dadaku selalu bergetar ketika terdengan suara marching band menderu, aba-aba pemimpin upacara, dan gerakan serempak tanpa cela para TNI AL, TNI AD, dan TNI AU ketika menerima aba-aba. Megah sekali.
Tapi sebenarnya bukan itu yang aku nantikan.
Momen ketika hatiku jumpalitan tak karuan adalah ketika memasuki prosesi pengibaran bendera. Amboi, lihatlah pleton berseragam putih-putih itu! Pasukan pengibar bendera pusaka !
Gagah, aura memancar dari wajah mereka, langkah tegap yang memukau, formasi sempurna, potongan rambut yang mirip tentara pria dan wanita, derap sepatu fantofel mereka membuat bulu kuduk bocah 10 tahun itu—aku-- meremang.
Mereka bukan sembarang siswa. Mereka siswa terpilih dari beratus-ratus siswa SMA di Indonesia!
Sejak saat itu menjadi pasibraka adalah cita-cita keduaku setelah menjadi presiden.
lima tahun kemudian, aku berdiri di situ, di halaman depan SMA-ku, menjadi satu dari sekian anggota PASKIB.
Aku semakin bersemangat menjadi Paskibraka, tak peduli ketat, sulit, dan kecilnya kemungkinan untuk menjadi kenyataan. Aku tetap bersemangat meskipun pengalaman PBB-ku minim. Aku sadar, cita-citaku bukanlah hal yang mudah, tidak instan, butuh perjuangan, butuh keteguhan hati, butuh pengorbanan. Dan semua itu akan aku mulai dari ekskul kecil ini, ini adalah langkah awalnya.
Aku mencintai kegiatanku. Aku mencintai cita-citaku. Meskipun orangtua ku tidak setuju, tapi aku akan membuktikan kepada mereka! Itu tekadku.
_______
Semakin waktu berjalan, semakin banyak pemahaman dan ilmu yang kuserap, semakin aku mengerti. Ada begitu banyak halangan dari diriku dan sekitar
Sampai satu titik kesadaran, aku tak bisa.
Aku sadar aku tidak bisa maksimal. Sebagaimanapun usahaku.
Aku seperti berwarna merah di tempat berwarna kuning. Aku merasa aku berbeda.
Tak ada kesempatan untukku. Ditambah desakan keluarga yang menyarankan aku berhenti. Dan entah kenapa kesempatan satu-satunya untuk membuktikan pada orang tua tiba-tiba hilang, seperti sudah diatur sedemikian rupa.
Aku menyimpulkan, tak bisa lagi bersama orang-orang hebat disitu. Aku sedih sekali.
___
Aku mengecewakan satu orang disana, dulu aku pernah berjanji padanya akan melakukan apapun untuk bisa menjadi pleton hebat, aku pernah berjanji padanya akan maksimal dan tak lelah berlatih untuk PBB yang lebih baik. Dan aku pernah berjanji akan membuktikan padanya bahwa aku bisa menjadi wakil sekolah ke perlombaan PBB.
Dia kakak kelasku.
Sebentar, mengecewakan dia? Ralat, mungkin ia bukan kecewa, tetapi membenciku.
Aku ingin menjelaskan betapa sulitnya untuk bertemu dan bicara akan hal ini. Tak tahukah ia bagaimana bentuk perasaanku ketika kulihat mereka berbaris rapi di lapangan?
Tapi aku tak bisa melakukan apa-apa. Rasanya seperti bicara dalam air, suit dan sesak sekali.
Aku tak tahu lagi bagaimana anggapan mereka terhadapku. (haha, geer sekali kau, nezh) aku hanya ingin mereka tahu, betapa beratnya keputusan ini.
Maksudku, ini tentang cita cita masa kecilku! Aku sedang berusaha ikhlas, tak peduli lagi pikiran orang lain, ada banyak yang mereka tak tahu tentang aku. Terkadang sesuatu yang kau inginkan ternyata bukan yang terbaik menurut Allah, kan?
Aku yang berkuasa mengganti channel dari satu ke yang lainnya, mencari layar terbersih, suara terjernih.
Ya, Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang rutin ada di televisi tiap tahun adalah yang kutunggu-tunggu.
Dadaku selalu bergetar ketika terdengan suara marching band menderu, aba-aba pemimpin upacara, dan gerakan serempak tanpa cela para TNI AL, TNI AD, dan TNI AU ketika menerima aba-aba. Megah sekali.
Tapi sebenarnya bukan itu yang aku nantikan.
Momen ketika hatiku jumpalitan tak karuan adalah ketika memasuki prosesi pengibaran bendera. Amboi, lihatlah pleton berseragam putih-putih itu! Pasukan pengibar bendera pusaka !
Gagah, aura memancar dari wajah mereka, langkah tegap yang memukau, formasi sempurna, potongan rambut yang mirip tentara pria dan wanita, derap sepatu fantofel mereka membuat bulu kuduk bocah 10 tahun itu—aku-- meremang.
Mereka bukan sembarang siswa. Mereka siswa terpilih dari beratus-ratus siswa SMA di Indonesia!
Sejak saat itu menjadi pasibraka adalah cita-cita keduaku setelah menjadi presiden.
lima tahun kemudian, aku berdiri di situ, di halaman depan SMA-ku, menjadi satu dari sekian anggota PASKIB.
Aku semakin bersemangat menjadi Paskibraka, tak peduli ketat, sulit, dan kecilnya kemungkinan untuk menjadi kenyataan. Aku tetap bersemangat meskipun pengalaman PBB-ku minim. Aku sadar, cita-citaku bukanlah hal yang mudah, tidak instan, butuh perjuangan, butuh keteguhan hati, butuh pengorbanan. Dan semua itu akan aku mulai dari ekskul kecil ini, ini adalah langkah awalnya.
Aku mencintai kegiatanku. Aku mencintai cita-citaku. Meskipun orangtua ku tidak setuju, tapi aku akan membuktikan kepada mereka! Itu tekadku.
_______
Semakin waktu berjalan, semakin banyak pemahaman dan ilmu yang kuserap, semakin aku mengerti. Ada begitu banyak halangan dari diriku dan sekitar
Sampai satu titik kesadaran, aku tak bisa.
Aku sadar aku tidak bisa maksimal. Sebagaimanapun usahaku.
Aku seperti berwarna merah di tempat berwarna kuning. Aku merasa aku berbeda.
Tak ada kesempatan untukku. Ditambah desakan keluarga yang menyarankan aku berhenti. Dan entah kenapa kesempatan satu-satunya untuk membuktikan pada orang tua tiba-tiba hilang, seperti sudah diatur sedemikian rupa.
Aku menyimpulkan, tak bisa lagi bersama orang-orang hebat disitu. Aku sedih sekali.
___
Aku mengecewakan satu orang disana, dulu aku pernah berjanji padanya akan melakukan apapun untuk bisa menjadi pleton hebat, aku pernah berjanji padanya akan maksimal dan tak lelah berlatih untuk PBB yang lebih baik. Dan aku pernah berjanji akan membuktikan padanya bahwa aku bisa menjadi wakil sekolah ke perlombaan PBB.
Dia kakak kelasku.
Sebentar, mengecewakan dia? Ralat, mungkin ia bukan kecewa, tetapi membenciku.
Aku ingin menjelaskan betapa sulitnya untuk bertemu dan bicara akan hal ini. Tak tahukah ia bagaimana bentuk perasaanku ketika kulihat mereka berbaris rapi di lapangan?
Tapi aku tak bisa melakukan apa-apa. Rasanya seperti bicara dalam air, suit dan sesak sekali.
Aku tak tahu lagi bagaimana anggapan mereka terhadapku. (haha, geer sekali kau, nezh) aku hanya ingin mereka tahu, betapa beratnya keputusan ini.
Maksudku, ini tentang cita cita masa kecilku! Aku sedang berusaha ikhlas, tak peduli lagi pikiran orang lain, ada banyak yang mereka tak tahu tentang aku. Terkadang sesuatu yang kau inginkan ternyata bukan yang terbaik menurut Allah, kan?
Saturday, November 28, 2009
The Silly Diary
Baru saja membaca sbuah buku agenda smp milikku. sempat tenggelam membaca tulisan dan tanggal-tanggal 3tahun lalu .
tertawa sendiri , mngrnyitkan alis mmbaca tulisan yg nggak jelas , mnerawang mngingat kjadian itu.
dan takjub ! trnyata dulu aku paling sering curhat masalah gebetan, cowok, patah hati, seneng cuma gara2 dia lewat di depanku . oh gosh , it was so silly.
dan kaget jugak.
ternyata dulu aku pernah suka banget sm salah dua kakak kelasku. yg aku sampe nglakuin hal hal-gak tau malu- hanya demi dapet perhatian .
gosh. sumpah. nggilani. aku aja sampe ngernyit.
'oh ya? aku separah itu?'
hahaha.
tapi pada akhirnya aku ketawa juga. ketawa miris sih. cause i found my unknown personal sides in it. aneh ya?
jadi pas aku ktmu kakak kelasku yg pernah jdi bulan-bulanan bku diary abg.ku, aku trtawa . beda dgn ktawa yg biasanya. lebih dalem dan filosofis (jiah. filosofis jare)
jujur.
aku udah jarang ngrasain yg kyk dulu pas smp aku rasain. yah , seenggaknya ngga sampe lama bgt kyk dulu.
karena ngerasa , prasaan itu nggak baik disave lama2.
bikin capek. dan bodoh.
dan prasaan jatuh cinta kayak gitu bikin hati cepet rapuh.
well, mgkin bnyak orang yg gak stuju.
but I could feel it by myself. so I dare to say that.
aku pingiiiin banget mmberikan cintaku pd Sang Pemilik cinta dengan setulusnya.. karna kayaknya itu indah bgt. kita gak akan pernah brtepuk sbelah tangan. nggak akan pernah takut dgn sgala hal karena ngerasa yakin bahwa Allah slalu ada di stiap nafas kita. jd nggak pernah ngrasa sendiri deh..
aku ingin sterilkan hatiku. untuk seseorang yg akan datang bberapa tahun lagi. mnghadap kdua orang tuaku. memintaku.
aku nggak mau percaya dgn tawaran cinta semu dr lingkungan.
smoga slalu ada ridho Allah, persahabatan , ilmu dan pengalaman yg menemani langkahku dalam mengarungi hidup ini :)
tertawa sendiri , mngrnyitkan alis mmbaca tulisan yg nggak jelas , mnerawang mngingat kjadian itu.
dan takjub ! trnyata dulu aku paling sering curhat masalah gebetan, cowok, patah hati, seneng cuma gara2 dia lewat di depanku . oh gosh , it was so silly.
dan kaget jugak.
ternyata dulu aku pernah suka banget sm salah dua kakak kelasku. yg aku sampe nglakuin hal hal-gak tau malu- hanya demi dapet perhatian .
gosh. sumpah. nggilani. aku aja sampe ngernyit.
'oh ya? aku separah itu?'
hahaha.
tapi pada akhirnya aku ketawa juga. ketawa miris sih. cause i found my unknown personal sides in it. aneh ya?
jadi pas aku ktmu kakak kelasku yg pernah jdi bulan-bulanan bku diary abg.ku, aku trtawa . beda dgn ktawa yg biasanya. lebih dalem dan filosofis (jiah. filosofis jare)
jujur.
aku udah jarang ngrasain yg kyk dulu pas smp aku rasain. yah , seenggaknya ngga sampe lama bgt kyk dulu.
karena ngerasa , prasaan itu nggak baik disave lama2.
bikin capek. dan bodoh.
dan prasaan jatuh cinta kayak gitu bikin hati cepet rapuh.
well, mgkin bnyak orang yg gak stuju.
but I could feel it by myself. so I dare to say that.
aku pingiiiin banget mmberikan cintaku pd Sang Pemilik cinta dengan setulusnya.. karna kayaknya itu indah bgt. kita gak akan pernah brtepuk sbelah tangan. nggak akan pernah takut dgn sgala hal karena ngerasa yakin bahwa Allah slalu ada di stiap nafas kita. jd nggak pernah ngrasa sendiri deh..
aku ingin sterilkan hatiku. untuk seseorang yg akan datang bberapa tahun lagi. mnghadap kdua orang tuaku. memintaku.
aku nggak mau percaya dgn tawaran cinta semu dr lingkungan.
smoga slalu ada ridho Allah, persahabatan , ilmu dan pengalaman yg menemani langkahku dalam mengarungi hidup ini :)
Friday, November 27, 2009
sorry mom, i cant be perfect ..
hey dad. mom. look at me.
think back and talk to me.
did I grow up according to plan?
and do you think, I'm wasting my time, doing things i wanna do.
but it hurts when you disaprove all along..
and now i try hard to make it .
i just wanna make you PROUD ..
i'm never gonna be good enough for you.
i cant pretend that i'm alright ..
and you cant change me.
cause we lost it at all
nothing lasts forever
sorry, i cant be perfect
now it just too late
and we cant go back
i'm sorry i cant be perfect..
i try not to think
but the pain i feel inside
did you know you used to be my hero ?
all the day you spent with me.
now seems so far away.
and it feels like you dont care anymore.
nothin's gonna change things that u've said
nothin's gonna make this right again
please dont turn your back
i cant believe it so hard to talk to you
but you dont understand ..
~~~
Ada satu hal yg paling kubenci dan paling kuhindari.
kecewa orang tua.
saat mghadapi fase itu, aku ngerasa gak brguna. gak brarti .
maafkan aku .. aku nggak bisa mwujudkan keinginan kalian..
yg harus kau tahu,
aku sudah brusaha kuat .
maaf jika aku bodoh mgartikan nasihatmu.
kalian sempurna.
maaf jika aku tak mampu mmpersembahkan edelweis
aku hny mampu mmetik ilalang d gunung harapanmu . aku tertatih mndakinya. jungkir balik . trpeleset batuan . maafkan aku ...
aku akan trus brjuang.
till there's no breath in mybody.
just wanna see your proudsmile.
think back and talk to me.
did I grow up according to plan?
and do you think, I'm wasting my time, doing things i wanna do.
but it hurts when you disaprove all along..
and now i try hard to make it .
i just wanna make you PROUD ..
i'm never gonna be good enough for you.
i cant pretend that i'm alright ..
and you cant change me.
cause we lost it at all
nothing lasts forever
sorry, i cant be perfect
now it just too late
and we cant go back
i'm sorry i cant be perfect..
i try not to think
but the pain i feel inside
did you know you used to be my hero ?
all the day you spent with me.
now seems so far away.
and it feels like you dont care anymore.
nothin's gonna change things that u've said
nothin's gonna make this right again
please dont turn your back
i cant believe it so hard to talk to you
but you dont understand ..
~~~
Ada satu hal yg paling kubenci dan paling kuhindari.
kecewa orang tua.
saat mghadapi fase itu, aku ngerasa gak brguna. gak brarti .
maafkan aku .. aku nggak bisa mwujudkan keinginan kalian..
yg harus kau tahu,
aku sudah brusaha kuat .
maaf jika aku bodoh mgartikan nasihatmu.
kalian sempurna.
maaf jika aku tak mampu mmpersembahkan edelweis
aku hny mampu mmetik ilalang d gunung harapanmu . aku tertatih mndakinya. jungkir balik . trpeleset batuan . maafkan aku ...
aku akan trus brjuang.
till there's no breath in mybody.
just wanna see your proudsmile.
Saturday, October 03, 2009
I'm looking for myReal self. And I'm sure I did.
Who am I ?
I am just a ordinary girl who tried to be extra-ordinary and more.
Dulu saya sangat remeh menjawab itu semua. Saya rasa semua gadis menjawab mirip-mirip seperti itu,
Tapi semakin lama saya semakin sadar. Hidup tidaklah seperti itu. Ada tanggung jawab besar di setiap gerakan, ucapan, tindakan, keputusan. saya sadar akan hal itu.
Saya mulai menetapkan hati untuk menjadi seorang muslim yang kaffah.. yang bersungguh-sungguh. Tapi sungguh banyak cobaan dan godaan. Saya berjanji dalam hati, saya akan berproses kearah itu.
Saya butuh pendamping .
Saya butuh orang – orang yang terus mengingatkan saya akan hal itu, tempat saya bertanya dan berargumentasi tentang suatu hal, dan tempat berbagi.
Saya takut untuk memahami sendiri, saya takut salah untuk mengerti dan meresapi.
Saya menemukan kedamaian luar biasa ketika di suatu acara beberapa orang sedang bercerita tentang Tuhan, tentang mereka yang amat mencintai Allah dan merindukan Rosulullah.
Saya tahu saya tidak sesuci mereka. Disaat saya merasakan damai, perasaan malu menampar saya dalam detik yang besamaan. Saya ingat semua kesombongan tak berujung milik saya. Saya malu. Maluuu sekali. Sebenarnya sama sekali tidak berhak untuk mahluk sekotor dan sehina manusia –termasuk saya- untuk sombong,
Saya sadar, sulit perubahan ini, akan banyak komentar yg hadir dari orang-orang. Saya mempersiapkan untuk itu. Saya mencoba untuk berubah. Berubah menjadi seseorang yang baru, yang lebih menyejukkan, membahagiakan, dan menginspirasi.
Saya ingin selalu istiqomah di jalanNya. Saya ingin selalu haus akan kasih Allah, saya ingin dimabuk rindu dengan Rasulullah.
I want and I will.
Surabaya, 28 September 2009. 07.05 pm
I am just a ordinary girl who tried to be extra-ordinary and more.
Dulu saya sangat remeh menjawab itu semua. Saya rasa semua gadis menjawab mirip-mirip seperti itu,
Tapi semakin lama saya semakin sadar. Hidup tidaklah seperti itu. Ada tanggung jawab besar di setiap gerakan, ucapan, tindakan, keputusan. saya sadar akan hal itu.
Saya mulai menetapkan hati untuk menjadi seorang muslim yang kaffah.. yang bersungguh-sungguh. Tapi sungguh banyak cobaan dan godaan. Saya berjanji dalam hati, saya akan berproses kearah itu.
Saya butuh pendamping .
Saya butuh orang – orang yang terus mengingatkan saya akan hal itu, tempat saya bertanya dan berargumentasi tentang suatu hal, dan tempat berbagi.
Saya takut untuk memahami sendiri, saya takut salah untuk mengerti dan meresapi.
Saya menemukan kedamaian luar biasa ketika di suatu acara beberapa orang sedang bercerita tentang Tuhan, tentang mereka yang amat mencintai Allah dan merindukan Rosulullah.
Saya tahu saya tidak sesuci mereka. Disaat saya merasakan damai, perasaan malu menampar saya dalam detik yang besamaan. Saya ingat semua kesombongan tak berujung milik saya. Saya malu. Maluuu sekali. Sebenarnya sama sekali tidak berhak untuk mahluk sekotor dan sehina manusia –termasuk saya- untuk sombong,
Saya sadar, sulit perubahan ini, akan banyak komentar yg hadir dari orang-orang. Saya mempersiapkan untuk itu. Saya mencoba untuk berubah. Berubah menjadi seseorang yang baru, yang lebih menyejukkan, membahagiakan, dan menginspirasi.
Saya ingin selalu istiqomah di jalanNya. Saya ingin selalu haus akan kasih Allah, saya ingin dimabuk rindu dengan Rasulullah.
I want and I will.
Surabaya, 28 September 2009. 07.05 pm
Mencoba Produktif Kembali
Dulu, waktu kelas satu atau dua smp, saya sangat hobi menulis. Paling banyak sih cerita-cerita—saya menyebutnya novel saat itu--- tentang cinta monyet. Bahkan saya pernah getol mengetik di komputer sampai tengah malam demi menyelesaikan sebuah bab dalam novel itu.
Saya pernah menangis ketika mengetahui komputer sedang discan. It means, semua file dalam komputer ikut hilang dimakan virus. Dan saya sama sekali belum memback-up tulisan saya yang sudah mencapai hampir dua ratus halaman. Dan itu juga tidak terjadi sekali-dua kali. Tapi saya tetap bersemangat menulis. Apalagi ketika memiliki teman yang juga memiliki hobi yang sama, kami bisa saling share dan memberi saran dan pendapat tentang buah cerita kami.
Ketika naik kelas tiga SMP, saya berhenti menulis secara perlahan. Saat itu saya berkilah pada diri sendiri, “oh. kamu sedang berkonsentrasi dengan Ujian Nsional, tak apalah itu hal yang wajar.”
Dan sepertinya sekarang bukan tak ada alasan untuk berhenti meneruskan apa yang saya gemari.
Maybe it’ll sounds crazy, saya rasa menulis adalah salah satu penyokong masa depan. Mungkin saja para dosen yang akan menguji hasil skripsi saya akan lebih tertarik dengan tulisan seorang yang telah menulis dalam waktu yang lama sehingga mereka tak akan ragu memberi nilai A plus tertinggi. Atau mungkin saja para pemilik perusahaan besar akan kepincut dengan gaya bahasa saya dalam Curriculum Vitae yang saya ajukan, dan ia memperkerjakan saya. Hehehehe.
kata siapa tidak mungkin?
Saya tidak akan menyiakannya. Bismillahirrohmanirrohim …
Saya pernah menangis ketika mengetahui komputer sedang discan. It means, semua file dalam komputer ikut hilang dimakan virus. Dan saya sama sekali belum memback-up tulisan saya yang sudah mencapai hampir dua ratus halaman. Dan itu juga tidak terjadi sekali-dua kali. Tapi saya tetap bersemangat menulis. Apalagi ketika memiliki teman yang juga memiliki hobi yang sama, kami bisa saling share dan memberi saran dan pendapat tentang buah cerita kami.
Ketika naik kelas tiga SMP, saya berhenti menulis secara perlahan. Saat itu saya berkilah pada diri sendiri, “oh. kamu sedang berkonsentrasi dengan Ujian Nsional, tak apalah itu hal yang wajar.”
Dan sepertinya sekarang bukan tak ada alasan untuk berhenti meneruskan apa yang saya gemari.
Maybe it’ll sounds crazy, saya rasa menulis adalah salah satu penyokong masa depan. Mungkin saja para dosen yang akan menguji hasil skripsi saya akan lebih tertarik dengan tulisan seorang yang telah menulis dalam waktu yang lama sehingga mereka tak akan ragu memberi nilai A plus tertinggi. Atau mungkin saja para pemilik perusahaan besar akan kepincut dengan gaya bahasa saya dalam Curriculum Vitae yang saya ajukan, dan ia memperkerjakan saya. Hehehehe.
kata siapa tidak mungkin?
Saya tidak akan menyiakannya. Bismillahirrohmanirrohim …
Subscribe to:
Posts (Atom)


