you're right. sometimes I'm in that selfish.
what should I do then? why does everybody seems agree with me?
Tuesday, December 28, 2010
Sunday, December 19, 2010
Bertahan.
ya,
aku hanya khawatir, apabila pada akhirnya kau muak dan jenuh dengan segala upayaku menjagamu. sampai akhirnya kau memintaku pergi.
inilah patah hati itu. suakit. suakit. clekit clekit.
rasanya lebih menyakiti tenggorokan, sesak dan merasa berat di kepala.
aku tengah menebalkan kulit muka, menulikan telinga, pura-pura baik-baik saja.
aku ingin selalu disisimu. tak peduli oang-orang disekililingmu akan jengah dengan kehadiranku, aku tak peduli. bagiku itu oke-oke saja. selama kau menerimaku.
aku semakin kehilangan identitas lamamu. ketika kau berada di zona itu, aku total tak mengenalmu. sampai beberapa detik selanjutnya kau menyapaku. ah, itu baru seseorang yang kukenal!
aku akan bertahan, tak peduli dengan tatapan benci dan bosan darinya.
dia tak mengenalmu, dia sok tahu tentangmu, dia tak benar-benar menyayangimu.
tapi yang selalu kutakutkan adalah, ketika kau sendiri yang memintaku berhenti bersamamu, seraya bilang : kau sebenarnya yang tak mengenalku! kau yang sok tau tentangku!
...
di pangkuan malam, Surabaya, 19 Desember2010
Ya Allah, mudahkanlah..
aku mencintainya karenaMu..
aku hanya khawatir, apabila pada akhirnya kau muak dan jenuh dengan segala upayaku menjagamu. sampai akhirnya kau memintaku pergi.
inilah patah hati itu. suakit. suakit. clekit clekit.
rasanya lebih menyakiti tenggorokan, sesak dan merasa berat di kepala.
aku tengah menebalkan kulit muka, menulikan telinga, pura-pura baik-baik saja.
aku ingin selalu disisimu. tak peduli oang-orang disekililingmu akan jengah dengan kehadiranku, aku tak peduli. bagiku itu oke-oke saja. selama kau menerimaku.
aku semakin kehilangan identitas lamamu. ketika kau berada di zona itu, aku total tak mengenalmu. sampai beberapa detik selanjutnya kau menyapaku. ah, itu baru seseorang yang kukenal!
aku akan bertahan, tak peduli dengan tatapan benci dan bosan darinya.
dia tak mengenalmu, dia sok tahu tentangmu, dia tak benar-benar menyayangimu.
tapi yang selalu kutakutkan adalah, ketika kau sendiri yang memintaku berhenti bersamamu, seraya bilang : kau sebenarnya yang tak mengenalku! kau yang sok tau tentangku!
...
di pangkuan malam, Surabaya, 19 Desember2010
Ya Allah, mudahkanlah..
aku mencintainya karenaMu..
Saturday, November 27, 2010
Seharusnya Cinta
Teruslah terbuai dalam kesemuan
Biarlah cinta itu memperdayamu dalam kekerdilan
Lihatlah mereka yang lelah berlari
Cintanya kuat merindu cahaya surgawi
Teruslah berbicara tentang kefitrahan
Biarlah kau nodai kata itu dengan bualan murahan
Dan fitrah mereka adalah kemuliaan
Tiada sejengkal pun tanah, melainkan darah kehormatan
Cinta kita penuh warna-warna
Kadang merah muda, ungu, ataupun jingga
Cinta mereka penuh debu
Kadang darah, kerikil, dan air mata jadi satu
Surat cinta kita teriring bersama bunga
Tertera di sana kata-kata indah puisi bak mutiara
Surat cinta mereka lusuh terdesing mesiu
Namun lantunannya terdesir membingkai kalbu
Pikiran kita terkuras pada yang kelak sirna
yang tak pernah ada dari padanya selain yang sia-sia
Pikiran mereka terpaut pada kemilau Wahyu
Yang membuat mereka bertahan didera peluru
Cinta ada disini
Cinta pun ada disana
Masing-masing memiliki arti
Namun keduanya tak pernah sama
Disini cinta terhinakan nafsu
Disana cinta termuliakan luka
Disini cinta rendah membelenggu
Disana cinta tinggi mengudara!
(Ayyash Ash-Shiddiq)
Biarlah cinta itu memperdayamu dalam kekerdilan
Lihatlah mereka yang lelah berlari
Cintanya kuat merindu cahaya surgawi
Teruslah berbicara tentang kefitrahan
Biarlah kau nodai kata itu dengan bualan murahan
Dan fitrah mereka adalah kemuliaan
Tiada sejengkal pun tanah, melainkan darah kehormatan
Cinta kita penuh warna-warna
Kadang merah muda, ungu, ataupun jingga
Cinta mereka penuh debu
Kadang darah, kerikil, dan air mata jadi satu
Surat cinta kita teriring bersama bunga
Tertera di sana kata-kata indah puisi bak mutiara
Surat cinta mereka lusuh terdesing mesiu
Namun lantunannya terdesir membingkai kalbu
Pikiran kita terkuras pada yang kelak sirna
yang tak pernah ada dari padanya selain yang sia-sia
Pikiran mereka terpaut pada kemilau Wahyu
Yang membuat mereka bertahan didera peluru
Cinta ada disini
Cinta pun ada disana
Masing-masing memiliki arti
Namun keduanya tak pernah sama
Disini cinta terhinakan nafsu
Disana cinta termuliakan luka
Disini cinta rendah membelenggu
Disana cinta tinggi mengudara!
(Ayyash Ash-Shiddiq)
Oh, Weak.
Rasanya seperti tercekat.
Ingin sekali berteriak, menjaganya erat erat. Agar tak ada satu tangan jahilpun datang mengganggunya.
Ia peri yang berbeda. Ia teguh, sederhana, tapi cerdas luar biasa.
Ini adalah fase merdeka. Dimana peri yang baru tumbuh akan menjelajah dunianya. Dengan berbagai cara.
Jadi menyuruhnya untuk tetap bersama denganku sama seperti memperlihatkan kekonyolanku padanya. Aku tak bisa berbuat apa-apa.
Tapi aku benci ketidakmampuan ini. Ia seharusnya tumbuh di tempat yang penuh dengan cahaya. Bukan cahaya semu. Aku berulang kali menunjukkan betapa indahnya tempat itu. Sederhana, tapi penuh kasih sayang.
Sekali lagi, dia adalah peri yang memiliki sayap. Ia bisa tetap bersamaku. Tapi bisa saja disaat semua lengah, perlahan ia pergi ke tempat lain. di tempat yang sulit aku menjangkaunya.
ya, Aku penjaga yang lemah. Tak bisa melakukan apa-apa.
Aku takut ia akan menuntutku nantinya. Ia menyalahkanku di hadapanNya.
“Ini karena dia membiarkanku pergi!”
Aku benci kecerobohanku. Aku benci menyadari kenyataan bahwa kami sekarang berada di fase bebas. Tapi kami masih terlalu rapuh untuk terbang sendirian.
Lalu, apa yang harus kulakukan?
Ingin sekali berteriak, menjaganya erat erat. Agar tak ada satu tangan jahilpun datang mengganggunya.
Ia peri yang berbeda. Ia teguh, sederhana, tapi cerdas luar biasa.
Ini adalah fase merdeka. Dimana peri yang baru tumbuh akan menjelajah dunianya. Dengan berbagai cara.
Jadi menyuruhnya untuk tetap bersama denganku sama seperti memperlihatkan kekonyolanku padanya. Aku tak bisa berbuat apa-apa.
Tapi aku benci ketidakmampuan ini. Ia seharusnya tumbuh di tempat yang penuh dengan cahaya. Bukan cahaya semu. Aku berulang kali menunjukkan betapa indahnya tempat itu. Sederhana, tapi penuh kasih sayang.
Sekali lagi, dia adalah peri yang memiliki sayap. Ia bisa tetap bersamaku. Tapi bisa saja disaat semua lengah, perlahan ia pergi ke tempat lain. di tempat yang sulit aku menjangkaunya.
ya, Aku penjaga yang lemah. Tak bisa melakukan apa-apa.
Aku takut ia akan menuntutku nantinya. Ia menyalahkanku di hadapanNya.
“Ini karena dia membiarkanku pergi!”
Aku benci kecerobohanku. Aku benci menyadari kenyataan bahwa kami sekarang berada di fase bebas. Tapi kami masih terlalu rapuh untuk terbang sendirian.
Lalu, apa yang harus kulakukan?
Sunday, October 10, 2010
Selama ini, Menurutnya..
Bagaimana rasanya memendam kecewa?
karena harapan yang kau lantunkan merdu-merdu rusak karena mikrofonmu ternyata ‘hanya’ berKW 2.
Bagaimana kau bisa ikhlas ketika yang kau cintai ternyata mengkhianati harapanmu, merusak benang-benang doa tulusmu tiap bermunajat pada Yang Maha Indah?
Dan ketika ada sedetik saja kesempatan waktu untuk berbicara, kau ingin segera berteriak. Memberi tahu dirinya bahwa engkau kecewa. Engkau tak lagi memiliki harapan apapun padanya. Engkau menganggap ia tak lagi sama dengan orang yang engkau bangga-banggakan dulu.
Engkau teriakkan itu ke wajahnya.
Puaskah?
Lalu bagaimana jika selama ini yang dipilihnya adalah untuk membuatmu bahagia? Ada cara yang dirasanya lebih membuatmu terkagum daripada mengikuti caramu?
Bagaimana jika ia telah menyapkan skenario kejutan untukmu di akhir cerita?
lalu, bagaimana jika disaat kau bercerita tentang kekecewaanmu padanya, ia terlanjur menganggap dirinya tak berharga? Dan tiba-tiba rencana membuatmu tertawa menguap ke langit-langit.
Mengapa kau mengganggap ia sama dengan mereka? Oh tuhan, bahkan kau menyiratkan bahwa ia bodoh!
Tapi semua memang terlampau wajar. Kau berhak mengutarakannya. Kau memiliki hak prerogatif melebihi presiden kepadanya.
Yang dilakukannya sekarang terlihat lebih sulit. Bagaimana ia bisa bekerja dibawah tatapan mata tak percaya?
Ia tau apa yang akan ia lakukan. Ia bangun kembali puing-puing rencana yang sempat kau senggol, ia tetap memintamu percaya padanya. Ia menganggap kau adalah sedikit ujian bersifat internal yang tengah menguji kekuatannya.
Yah, mungkin di saat-saat tertentu ia akan jatuh lagi
Tapi lihatlah, ia mencoba bersabar dan bangkit.
Dan kemenangan itu sesungguhnya takkan pernah mudah.
Ya kan?
karena harapan yang kau lantunkan merdu-merdu rusak karena mikrofonmu ternyata ‘hanya’ berKW 2.
Bagaimana kau bisa ikhlas ketika yang kau cintai ternyata mengkhianati harapanmu, merusak benang-benang doa tulusmu tiap bermunajat pada Yang Maha Indah?
Dan ketika ada sedetik saja kesempatan waktu untuk berbicara, kau ingin segera berteriak. Memberi tahu dirinya bahwa engkau kecewa. Engkau tak lagi memiliki harapan apapun padanya. Engkau menganggap ia tak lagi sama dengan orang yang engkau bangga-banggakan dulu.
Engkau teriakkan itu ke wajahnya.
Puaskah?
Lalu bagaimana jika selama ini yang dipilihnya adalah untuk membuatmu bahagia? Ada cara yang dirasanya lebih membuatmu terkagum daripada mengikuti caramu?
Bagaimana jika ia telah menyapkan skenario kejutan untukmu di akhir cerita?
lalu, bagaimana jika disaat kau bercerita tentang kekecewaanmu padanya, ia terlanjur menganggap dirinya tak berharga? Dan tiba-tiba rencana membuatmu tertawa menguap ke langit-langit.
Mengapa kau mengganggap ia sama dengan mereka? Oh tuhan, bahkan kau menyiratkan bahwa ia bodoh!
Tapi semua memang terlampau wajar. Kau berhak mengutarakannya. Kau memiliki hak prerogatif melebihi presiden kepadanya.
Yang dilakukannya sekarang terlihat lebih sulit. Bagaimana ia bisa bekerja dibawah tatapan mata tak percaya?
Ia tau apa yang akan ia lakukan. Ia bangun kembali puing-puing rencana yang sempat kau senggol, ia tetap memintamu percaya padanya. Ia menganggap kau adalah sedikit ujian bersifat internal yang tengah menguji kekuatannya.
Yah, mungkin di saat-saat tertentu ia akan jatuh lagi
Tapi lihatlah, ia mencoba bersabar dan bangkit.
Dan kemenangan itu sesungguhnya takkan pernah mudah.
Ya kan?
Sunday, September 12, 2010
taken from Dwilogi Cinta di Dalam Gelas
"Berikan aku sesuatu yang paling sulit. aku akan belajar,"
kata perempuan yang bahkan tidak tamat SD itu. melalui perempuan itu pula penulis novel berkesimpulan bahwa,
Belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan. ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia sebagai sebuah ketakutan.
belajar dengan keras hanya bisa dilakukan pleh seorang yang pemberani.
kata perempuan yang bahkan tidak tamat SD itu. melalui perempuan itu pula penulis novel berkesimpulan bahwa,
Belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan. ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia sebagai sebuah ketakutan.
belajar dengan keras hanya bisa dilakukan pleh seorang yang pemberani.
Friday, September 10, 2010
Setiap Habis Ramadhan
Pagi ini, di hari kedua lebaran, yang bercuaca mendung-cerah. dengan suasana rumah yang hangat sekali. well, meskipun dengan keadaan ayah, saya dan mas arif yang sangat tidak fit (kami flu, saya malah nambah batuk)
dan kedatangan mantu-mantu dari Bandung+ Bitung plus calon anggota keluarga baru di perut mbak Erma benar-benar menambah suasana rumah kami lebih ramai dan berwarna.
Buat teman-teman, saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitrii 1431 H. Taqabballahu minna wa minkum, Mohon maaf lahir batin.
Di pagi ini juga, televisi di rumah kami menyetel acara Sajadah Panjang (gak live). menampilkan grup musik lawas dan melegenda Bimbo melantukan syair-syair masterpiece karya Taufiq Ismail.
Ada kemeranaan ketika berbuka puasa terakhir. saya mengejar tilawah tapi nggak nutut sejuz. menyadari bahwa sebentar lagi, setelah berkumandangnya adzan magrib, menandakan tak ada lagi pahala membaca qur'an yang tiap huruf bernilai 10 pahala.
tak ada lagi syetan yang terbelenggu, dimulainya lagi siksa kubur, tak ada lagi kesyahduan qiyamul lail yang mendunia.
benar-benar ngga tau apakah amalan sebulan lalu itu diterima apa enggak, mungkin saja. Karena diliputi perasaan tidak ikhlas. jauh dari niatan mencari cintaNya.0
semoga tidak.
Namun dalam dada kita semua umat islam. saham kerinduan Ramadhan akan selalu ada.
Seperti yang dikatakan Taufiq Ismail ketika ditanya tentang Ramadhan.
"Ramadhan adalah kerinduan terakhir"
kita sama sekali nggak tau apakah masih bisa mengecap nikmatanya beribadah puasa tahun depan. Sehingga selalu menganggap ramadhan adalah kerinduan yang terakhir.
Semoga bekal kita di Ramadhan kemarin mampu menjadi bekal selama 11 bulan kedepan.
amin..
Setiap Habis Ramadhan
Hamba Rindu Lagi Ramadhan
Saat Saat Padat Beribadah
Tak Terhingga Nilai Mahalnya
Setiap Habis Ramadhan
Hamba Cemas Kalau Tak Sampai
Umur Hamba Di Tahun Depan
Berilah Hamba Kesempatan
Setiap Habis Ramadhan
Rindu Hamba Tak Pernah Menghilang
Mohon Tambah Umur Setahun Lagi
Berilah Hamba Kesempatan
Reff Bimbo
Alangkah Nikmat Ibadah Bulan Ramadhan
Sekeluarga
Sekampung
Senegara
Kaum Muslimin dan Muslimat Se Dunia
Seluruhnya Kumpul Di Persatukan
Dalam Memohon Ridho-nya
dan kedatangan mantu-mantu dari Bandung+ Bitung plus calon anggota keluarga baru di perut mbak Erma benar-benar menambah suasana rumah kami lebih ramai dan berwarna.
Buat teman-teman, saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitrii 1431 H. Taqabballahu minna wa minkum, Mohon maaf lahir batin.
Di pagi ini juga, televisi di rumah kami menyetel acara Sajadah Panjang (gak live). menampilkan grup musik lawas dan melegenda Bimbo melantukan syair-syair masterpiece karya Taufiq Ismail.
Ada kemeranaan ketika berbuka puasa terakhir. saya mengejar tilawah tapi nggak nutut sejuz. menyadari bahwa sebentar lagi, setelah berkumandangnya adzan magrib, menandakan tak ada lagi pahala membaca qur'an yang tiap huruf bernilai 10 pahala.
tak ada lagi syetan yang terbelenggu, dimulainya lagi siksa kubur, tak ada lagi kesyahduan qiyamul lail yang mendunia.
benar-benar ngga tau apakah amalan sebulan lalu itu diterima apa enggak, mungkin saja. Karena diliputi perasaan tidak ikhlas. jauh dari niatan mencari cintaNya.0
semoga tidak.
Namun dalam dada kita semua umat islam. saham kerinduan Ramadhan akan selalu ada.
Seperti yang dikatakan Taufiq Ismail ketika ditanya tentang Ramadhan.
"Ramadhan adalah kerinduan terakhir"
kita sama sekali nggak tau apakah masih bisa mengecap nikmatanya beribadah puasa tahun depan. Sehingga selalu menganggap ramadhan adalah kerinduan yang terakhir.
Semoga bekal kita di Ramadhan kemarin mampu menjadi bekal selama 11 bulan kedepan.
amin..
Setiap Habis Ramadhan
Hamba Rindu Lagi Ramadhan
Saat Saat Padat Beribadah
Tak Terhingga Nilai Mahalnya
Setiap Habis Ramadhan
Hamba Cemas Kalau Tak Sampai
Umur Hamba Di Tahun Depan
Berilah Hamba Kesempatan
Setiap Habis Ramadhan
Rindu Hamba Tak Pernah Menghilang
Mohon Tambah Umur Setahun Lagi
Berilah Hamba Kesempatan
Reff Bimbo
Alangkah Nikmat Ibadah Bulan Ramadhan
Sekeluarga
Sekampung
Senegara
Kaum Muslimin dan Muslimat Se Dunia
Seluruhnya Kumpul Di Persatukan
Dalam Memohon Ridho-nya
Subscribe to:
Posts (Atom)


