Saturday, July 09, 2011
The Eater
Tapi memang menyeramkan, ketika menemukan diri ada di posisi paling wenak untuk jatuh. Padahal sudah tau mau jatuh, tapi membiarkan. Mungkin merasa masih punya waktu untuk membenahi diri. Mungkin juga telinga sudah dibebat sama kapas sok tau. Lalu mengabaikan semua naluri baik hati yang terus meminta kembali.
Itu, menyedihkan.
Lalu mata memandang ke sekeliling, seperti berada di tempat yang sungguh jauh berbeda. Selalu ada pilihan, yakin si hati.
Kamu selalu punya pilihan. Kamu hanya tinggal memilih menjadi ikan atau menjadi spons.
Apa kamu lupa? sebelumnya kan sudah memilih dgn sangat yakin?
Seharusnya.. kamu menyadari hal ini dari dulu. Hal-hal itu tak mutlak ada di kiri-kananmu..
nyatanya ia hidup dan makan dari dinding-dinding ususmu! Menggerogotimu sampai kenyang,
Kau.. malah mengelus-elus kepalanya gemas. Terkikik-kikik geli ketika ia mulai menjarah semuanya.
Ternyata... si Penggerogot itu bermula darimu.. bukan dari si ini, si itu yang dulu kamu dengan ngotot menyalahkan mereka.
Apa aku sudah bilang itu menyedihkan?
Jadi harus bagaimana?
Aku yakin kamu tau jawabannya. Karena jawabannya terlampau jelas untuk ukuranmu.
Welcome back, Hati.
Friday, May 27, 2011
This is, Gift.
pas udah sampai depan rumah, terlihat ibu sedang berbincang-bincang dengan raut bingung. Beliau menunjukkan sebuah paket kepada Pak Satpam yang bersepeda.
"eh, Ada tulisannya. Nggak jadi pak. makasih."
ternyata ibu mendapati paket kotak berbungkus kertas koran itu di depan rumah.
dan ada t
ulisannya;TO : NEZHA
"Tak kirain bom buku, dulu kan pernah rame kayak gitu... makanya Ibu nanya satpam." kata Ibu.
Pertama serem juga. Eh, tapi mikir. Ini kado dari mbak Moniq tetangga sebelah mungkin. Mungkin. The Basofi Family emang baik banget dari jaman dulu, selalu ngasih hadiah pas ulang tahun.
Tapi, kenapa Nezha? harusnya Anisa.
Yasudah, dibawa masuk aja.
Wah penasaran..
Kotak itu persis kayak digambar (dalam foto itu, kotaknya saya rapihin lagi buat kepentingan dokumentasi)
Btw, si Mbak Moniq iseng abis ya, bela-belain cari koran yang headline Osama bin Laden meninggal buat mbungkus kotak itu. berlapis-lapis lagi. Mungkin mau mengesankan teror dan tekanan.
Sempet mikir aneh-aneh juga, alhasil saya membukanya pelan-pelan.
Pelan-pelan...
Dan, saya semakin penasaran campur heran setelah menemukan kotak pink di dalamnya.
Eh, apa itu?
Surat? Surat resmi kayaknya. ada Kop-suratnya! tapi... kok NII??

Hm. saya kenal tulisan ini!!
Akhirnya ngeh pas lihat perangko gambaran tangan yang saya kenal; NII (Novi-Ilma-Indah)
barulah tawa saya pecah saat itu juga, ketawa campur heran! bisa-bisanya.... mereka! itu tulisan+gambarannya Atina Ilma a.k.a Bocil!
Sebentar, Indah. siapa Indah? temen saya gak ada yg namanya Indah.

Eallaahhhh Indah maksud mereka adalah Indah, beautiful, Wonderful.
-______________________-
jadi kalo dibaca : Novi- Ilma- Wonderful.
.....
iya saya tau,
MUEKSO.
lagi-lagi saya dibuat kesedek-sedek sama surat peringatan yang tertempel di kotak itu :

DARI NOVI & BOCIL !!
JAGAN LAPORKAN PAKET INI PADA PAK RT/ ISTRINYA, POLISI / ISTRINYA, TIM GEGANA/ ISTRI-ISTRINYA, DENSUS 88/ ISTRI2NYA !!!
TERORIS CINTA DAMAI, KEBERSIHAN, PENGHIJAUAN, LINGKUNGAN DAN MATEMATIKA MENGHIMBAU ANDA UNTUK MENERIMA PAKET INI DG
Huahahaha, serius. lucu banget!
Isi kotaknya? rahasiiaa..
Saya jadi ngeh kenapa waktu itu Novi ngirimin SMS fengshui nomor sepatu sampe 3 kali.
Onok onok ae :)
_____
Jadi inget juga sama rencana ngerjain yang diskenariokan oleh temen-temen Kuncup (Kumpulan Anak Cupu) ----bentukan dek Gilang---- di SKI yang gagal gara-gara pertanyaan lantang nan polos Sari ke temen-temen lain di depan masjid.
"Sssst... Ayo ngerjain! Mana Nezha?"
tetot, Nezhanya tepat di arah jam 3-mu, Sar.
_______
Ada lagi hadiah. Dari Sari dan Maya. Sandal boneka anjing.
Pas tak protes, "kenapa Anjing?"
Sari bilang, "Biar kamu inget terus sama aku."
....
it's EWNYEWH.
....
lalu dia nambahin, "Selain emang mirip sama kamu sih." *ketokkepalaSari*
Banyak sekali hal-hal yang tidak saya bayangkan, ternyata terjadi pada saya.
Dari mereka.
Mungkin ini jawaban dari keragu-raguan nggak penting saya akhir-akhir ini.
secara detilnya, saya nggak mau cerita.
Malu, anak-anak sekali soalnya :)
saya hanya merasa.... blessed.
saya diputari oleh orang-orang yang luar biasa. bermacam-macam, mereka selalu punya tempat di sudut-sudut hati. mengisi hati dengan cara yang berbeda.
Meskipun ada jarak, mereka ternyata selalu ada disana, nggak kemana-mana. kadang memeberi kejutan, tiba-tiba hadir, menyentak sekaligus menghapus pikiran-pikiran aneh di kepala.
dan saya dikagetkan lagi, buat apa mereka melakukan itu?
saya sudah diingatkan. Oleh mereka.
Terima Kasih :)
Tuesday, May 24, 2011
jadi?
agamamu? negaramu?
berapa orang yang sudah kamu bahagiakan hatinya?
apakah mereka merasakan kedamaian ketika berada di dekatmu?
Hayyo!
Wednesday, May 11, 2011
Menyapa Langit dan teman-teman
Halo awan-awan. Hm... ke-enapa kalian terlihat empuk dan nyaman?
Pagi-pagi, saat mau berangkat sekolah kalian terihat anggun dan tenang. Hmm, pedekate sama si Matahari ya? Bagus, bagus. Cara untuk memikat seseorang memang dngan menampilkan attitude elegan nan menenangkan.
Eh, eh, pas si Matahari meninggi sedikit, kalian jadi centil.
Menampakkan gumpalan-gumpalan seperti kapas raksasa melayang, kadang kalian seperti mau memakan ujung moncong masjid di sekolahku.
Jangan-jangan...
Kalian pakai trik ya....
Membuat orang-orang jatuh cinta, mengagumi benda-benda angkasa, dan nekat menerobosmu untuk mengetahui ada apa di balik sana. Mencari cara bagaimana mengakali apa yang dibilang guru mereka dan pak Newton, Gravitasi.
Yah... tapi memang kamu punya beribu alasan untuk dibedah sih, Ngit.
Kamu misterius.
Jadi bagaimana rasanya terbang melewatimu, Ngit?
Melihat remehnya rumah-rumah, gedung-gedung sombong tapi tak bisa apa-apa?
Apalagi orang-orang itu ya. Gak keliatan mana yang gaul, kaya dan punya deretan tiket konser maupun baju branded.
Sambil merem, melebarkan tangan, merasakan angin yang berebutan mencolek dan kadang nampar badanku kayaknya seru ya, Ngit.
Ahhh, jangan lupa juga dengan penampilanmu jam 5 keatas.
senjanya...
seksi abiss.. oren, ungu semburat acak-acakan.
Allah emang paling bisa!
Oh iya, kalau malem-malem aku disuruh ibu ke indomaret, pasti-pasti-pasti aku mencarimu!
kali aja kamu lagi parade fashion show Bintang dan guest starnya, si Bulan. Ehm.. aku sering melongo lihat kalian. hampir mau nabrak juga sering...
Jadi bilangin Bulan sama Bintang, jangan GR kalau ada yang bilang kalau mereka berulang kali jadi bulan-bulanan buku-buku, lagu-lagu, dan film-film buatan manusia. Okey!
Mereka keren abis Ya Allah.
CiptaanMu, Subhanallah..
Tuesday, May 10, 2011
Differences
yah, meskipun belum nyampe-nyampe banget.
I just realized that we had a different way thingking.
and i really know, they're true.
they experienced, more more more than me.
I have no argument. If I dare to arguing, I'll lose.
and it's compeletely clear.
The way they thingking is good. I love it too.
but, why mine flirting and asking to be cared?
ah, sok tau kamu.
Tuesday, April 12, 2011
Tsb.
Saya punya tsb. Tsb saya gaul sekali. Dia update tentang info-info konser, album, marchandise band indie maupun artis bule. Field saya sama dia benar jauh berbeda. Saya selalu mendengarkan cerita2 dia tentang itu semua, dan mengomentari barang satu-dua kalimat plus memasang muka mudeng berbekal wawasan sedikit. Dia anaknya global sekali. Seisi sekolah tau dia.
ada beberapa hal yang dalam dirinya yang masih membuat saya penasaran. dia sering secara tiba-tiba mengeluarkan statemen enteng yang bikin saya berpikir lama.
contoh:
waktu itu kami sedang asik ngomongin sekolah-sekolah swasta di Surabaya, dan anak-anak hasil "didikan" sekolah tersebut. sampai saya bertanya,
N: Terus nanti kamu mau nyekolahin anakmu dimana? Al-Hikm** juga?
Tsb : Nggak ngerti, aku gak kepikiran ngelanjutin hidup di Indonesia.
N: *kaget, diam sejenak* masak nggak pingin bagi-bagi ilmu di negera sendiri?
Tsb: Ngh, bukan gitu.. tapi ya liaten ta sekarang ini. orang-orang korupsi, DPR koyok ngunu, belum sing birokrasi mbulet-mbulet. bobrok caak.
N : Wah, nasionalisme mu perlu dipertanyakan, Tsb. *pancing saya
Tsb : *mengerutkan alis* Hm.. *lalu asik dengan BB-nya*
dan dilihat dari gelagatnya yang mengerang ngantuk dan mimik wajah malas, ia tumplekkan mukanya di meja. ini bukan waktu yang tepat untuk meneruskan perbincangan ini.
yah, mungkin lain waktu akan ada momen yang dia sedang bermood bagus untuk diskusi masalah-masalah yang intelek --*pinjem istilah Tsb* macam ini.
Saturday, April 02, 2011
Great Saying
The world suffers a lot. Not because of the violence of bad people, But because of the silence of good people!
Napoleon Bonaporte

