Pages

Saturday, December 24, 2011

Rubah dan Pangeran Kecil

0 comments
Oh,
sepertinya aku mengenal rubah itu.
Rubah yang sendirian, berlindung dari hewan-hewan lain yang mungkin akan menganggunya, pikirnya ia akan lebih aman di rumah yang ia buat sendiri.

Rubah itu ingin dijinakkan pangeran kecil.
ia ingin menjadi rubah yang berbeda dari sekianpuluhribu rubah yang ada di dunia.
Rubah yang Dijinakkan Pangeran.
Ah, membayangkannya saja hati si Rubah sudah lompat-lompat tak karuan, bahagia sekali.

Setelah sekian lama, Rubah berpikir mungkin Pangeran sedang mengumpulkan alang-alang untuk dihadiahkan padanya, Rubah sabar menunggu.
.
Tapi tak juga datang.

Ah, haruskah aku memberi tahu Rubah?
Maaf Rubah, mungkin pangeran kecil sedang sibuk mempercantik dan menjaga mawarnya.
Atau... jangan-jangan, Pangeran kecil itu sebenarnya tidak ada. Dia adalah fatamorgana.
Nggak ada. Hanya dongeng rekaan para ibu rubah di gurun untuk anak-anaknya.

Lelah menunggu dijinakkan, Rubah itu coba-coba untuk menjinakkan hal-hal disekitarnya.
sambil terus menunggu Sang Pangeran, pikirnya.
Pohon besar, rumput-rumput, serumpun bunga, sampai angin yang menggelitik telinganya, Rubah coba jinakkan.. ia bertanggung jawab terhadap mereka.

Berharap mereka juga akan menjinakkannya.

Tapi, sepertinya aku harus mengingatkan Rubah lagi. Bahwa... menunggu dijinakkan itu melelahkan. Aku harus menasihatinya untuk mencoba ikhlas, tanpa menuntut jinak-balik.

Kuharap Rubah mengerti.



(After reading 'The Little Prince' Nov 2nd, 2011)

Saturday, November 12, 2011

Deskmate #3

1 comments
Udah sekitar 4 bulan lebih aku duduk bareng Zia. Nama aslinya Azisyiah Izzatisselim. Wajahnya beda, muwancung, khas Timur Tengah. Yang akan menolak dengan keras kalau kamu bilang dia keturunan Arab. “Kakekku Pakistan!”
Oh. Oke, Zi.
Pertama kali ketemu ya pas kelas X. Gumbul sama anak-anak cewek X-8 yang cuma 11 orang. Tau dari Sari. Kelasku dan kelas Zia-Sari juga selalu sebelahan pas enrichment.
kata Sari, Zia termasuk jajaran highfive X-8. Sebatas itu saja pengetahuanku ttg Zia.


Masuk penjurusan di kelas XI, ketemulah dengan Zia. Aku sempat mampir ke kelas baruku. Beberapa aku kenal, beberapa nggak. Kulihat Zia lagi bercerita seru dengan si Rayca anak ex X8 juga. Karena hari pertama sampai ketiga di kelas XI aku nggak masuk kelas secara formal dikarenakan MOS, aku nggak sempat berinteraksi dengan teman-teman baru itu.


Anaknya tidak sependiam yang kubayangkan. Gak diam sama sekali malah. Suaranya keras, sedikit cempreng, teriaknya kenceng. Ah, tapi dia Diamnya pas pelajaran tok.


“Aku golongan darah B.”


Trus opoo –“


Sering guemes ama Zia. Dia memang selalu cemerlang di hampir semua mata pelajaran, tapi dia sepertinya nggak deket sama guru-guru seperti intimnya kedekatan Clarina si bos geng dengan Bu Utami.


Aku selalu menyarankannya untuk lebih ‘genit’ ke guru-guru, tapi dia selalu menolak.


“aku golongan darah B”. golongan darah B katanya nggak suka cari perhatian.


Bareng Zia, aku melewati kerasnya kehidupan kelas 12. Zia selalu punya cerita setiap hari, tentang apa saja. Tentang adek kelas imutnya, guru ekonomi primagamanya, tentang kucing-kucingnya, tentang artis korea, pengandaian ini-itu. Aku lebih sering jadi listener disini.


Zia paling bisa menceritakan sesuatu yang lucu dengan sangat nyata. Hingga aku sama temen yang lain bisa ikut ketawa sampai sakit perut karena pinternya Zia bercerita. Penuh semangat dan full ekspresi.


Zia juga merupakan salah satu dari sekian Korean-fan girl yang ada di dunia. Hm, dia gila Korea. Mendem. Dia paling suka U-Kiss. Kalo nggak salah sih, karena sepengamatanku Zia ini nggak suka identik sama satu boyband aja. Dia suka semua. Sebutin satu nama artis Korea secara random, dia pasti langsung nyaut. Apalagi yang cowok-cowok.

Di hapenya, banyak foto cowok-cowok mulus tanpa jerawat dan unyu khas Korea. Kerjaannya tiap malem kalo nggak ada PR atau ulangan adalah donlot drama, variety show, video-video boyband-girlband sampe solois2 Korea. Laptopnya? Nggak. Nggak penuh dengan itu semua, karena hasil donlotan film, drama, variety show sudah ditransformasikan dalam bentuk keping-keping dvd yang menumpuk-numpuk. Waktu main ke rumahnya dan melihat itu semua, Sekali lagi aku dibuat nganga. Aku baru pertama melihat orang yang se-nggetu itu dalam hal ini.



Aku juga nggak ngerti gimana dia bisa begitu daebak (hebat.red) dalam ngatur waktu antara donlot dan belajar. Dengan bisa sangat keren di ulangan-ulangan.


Aku berkenalan dengan salah satu stress-healer ku, Running Man juga dari Zia. (Coba search) Intinya, aku nggak cupu masalah Korea-Koreaan juga thanks to Zia. –‘

Hehe. Tenang saja, insyaAllah aku terlindung dari keras dan menggodanya Korean-wave. Dulu sempat sih terseret (seret jaree) beberapa saat. Tapi insyaAllah sudah disadarkan banyak pihak. Terima kasih semuanya :’)


Bukan apa-apa, Cuma.. aku bisa ngukur sampai dimana kemampuanku untuk bertahan. Tsaahh.

Zia, punya caranya sendiri yang nggak bisa kutiru. Aku pernah dengan sangat nekat nggak belajar pas besok mau evaluasi materi dan nonton Dream High. Zia paginya dengan anteng di meja lagi ngerjain soal.

”Aku belum belajar” kata Zia.

Aku jawab, “Sama.”

Eng ing eng.. Hasil kami.. beda. She did better than me.

Jadi yah... aku sudah menyimpulkan, aku nggak bisa survive di jalan ini. Survive atau aku akan semakin nggak mengenali diriku.


Jeongmal Kamsahamnida to Ziaaaa, aku jadi semakin kaya metode bagaimana cara menghadapi macam-macam orang. Salah satunya yang sepertimu.

Dia juga pingin masuk UI lhoo : >

Saturday, October 29, 2011

Start.

2 comments

Sekarang sedang mengerahkan segala usaha untuk mencetak hasil terbaik di semester terakhir ini.

Ya, aku sedang bersiap untuk dua snmptn; undangan dan tulis. Kalau yang undangan... hm.. Meskipun rapot semester 4 kemarin bisa dibilang nggak istimewa, tapi tetep berusaha memperbaiki.


Jaket kuning masih sangat mempesonaku sampai saat ini.


Dan dari sini, ibarat perjalanan.

Dengan berpuluh puluh ribu 12th-grader seluruh Indonesia yang bertindak sebagai peserta lomba lari. Dengan track yang berbeda-beda dan finish yang berbeda juga. Sistemnya kuota. Memperbutkan sekitar 13 ribu piala saja.

Dari start ini, aku sudah melihat jelas finishnya. Hm.. perjalanannya lumayan panjang dan berliku. #eahh

Kalo dilihat dari udara, Jalannya rata, pohon rindangnya buanyak, puewe buat istirahat.

Aku sudah mengira-ngira apa yang akan kutemui di track yang kupilih. Karena dengar2 rintangannya bersifat tiba-tiba, halus, dan bikin kaget.

Sudah kusiapkan alat untuk mengatasinya. Terima kasih untuk pemenang-pemenang yang bersedia sharing pengalaman tentang lomba lari ini.

Ya... Tapi bisa dibilang aku ini sudah kalah beberapa lap dari banyak peserta. Mereka-mereka yang sudah start lari dari setahun lalu. Tinggal menyelesaikan setengah perjalanan saja.

Aku menemukan mereka begitu berkharisma saat berlari. Fiuuuhh...

...


Oke. Tidak apa apa nezha. Semesta mendukungmu.

Yeah. Going extra extra extra miles merupakan pilihan yang harus sangat dipertimbangkan.


Bantu-bantu ya, Semesta...

Test.

0 comments

Menjadi senior.

Rrr... jangan senior deh. Kesannya tua.

Menjadi final grader.

Hehehe. Sekarang nama saya diganti aku ya. Aku mau bersahabat dengan blog ini untuk setahun ke depan. Menebus rasa bersalah karena nggak nurutin hasrat untuk menulis setahun kemarin.

Hm.

Semenjak sebulan lalu, aku resmi melepas tanggung jawab di osis. Seminggu lalu, ski juga sudah melepasku menjadi pengurusnya. Semua tongkat sudah di estafetkan ke adik2.

Rasanya?

Er... rahasia. Nanti juga ngerasain sendiri. Atau sudah pernah?

Mulai saat ini aku sudah berkomitmen akan lebih sering menulis. Menulis kan bisa di mana aja ya? medianya macam-macam. Blog ini salah satunya. Jadi blog ini akan kumanfaatkan sesuai fungsinya. Sebelumnya, maaf kalau blog ini akan terlihat aneh dan gejeee ^^a

kamsahamnidaa...

Monday, August 29, 2011

Jangan dibaca.

3 comments
Blog ini sebenarnya sangat cupu sekali. dan saya rasa, ini kali kedua saya ngomong kayak gini #sowhat
Jadi, pikir dua kali untuk melihat isinya. saya rasa kamu tahu letak sesuatu yang membuatmu kembali ke page sebelum ini. Ya, saya rasa kamu juga janggal dengan paragraf ini. sangat tidak efektif dan tidak baku. berulang kali saya rasa dan huruf kapital yang nggak muncul setelah titik spasi.
...

mau melanjutkan?
jangan nyesel lho yahh -,-

Yak, Positifnya melihat 'ke atas' adalah membuat kita termotivasi untuk menjadi lebih baik, sehingga akan ada dorongan dalam diri untuk berusaha menemui kondisi baik seperti yang kita lihat dengan usaha tentunyah.

saya sudah membaca banyak blog. dari yang berat punya orang-orang sangar, renyah tapi berisi milik orang yang saya ketahui di dunia nyata, sampai blog high-school abiss punya beberapa temen.
dalam hal ini... saya bingung mendefinisikan blog saya sebagai blog yang kayak gimana.
blog ini, menurut saya nanggung banget. minjem istilah @poconggg : kentang banget.

kok bisa?
ya... karena saya merasa bingung. saya gampang ter-influence dengan gaya menulis seseorang. saya jaim di blog saya sendiri. karena mempertimbangkan (mungkin) ada orang-orang yang akan membaca blog ini dan kemudian mengetahui siapa saya sebenarnya. #puedenee
segmennya juga saya bingung. haaas, blog galau.

(fyi, blog ini ada sejak kelas 2 smp. kalo pingin ngabis-ngabisin waktu jadi nggak bermanfaat bisa iseng mbaca post-post awal blog ini. tapi, saya sarankan jangan.)


saya malah sempat berniat sekaligus bernazar akan meninggalkan blog ini dan ganti ke wordpress kalo udah keterima di universitas idaman nanti. ini, terinspirasi oleh seorang blogger yang saya kenal. ikut-ikut ceritanya.

nah, ini.
saya bingung membedakan antara terinspirasi, terpengaruhi dan mencontek. beda ya, dua kata pertama kalimat pasif, kata terakhir aktif. #abaikan
yah, intine gitu lah.

aduh, sebenarnya saya sukaaaaaaaaaaaaaaa menulis. mungkin karena nggak pernah di asah, klub jurnalistik gak pernah aktif, dan males blogging jadi faktor-faktornya.
ya.. paling nulis biasa di agenda.

tapi mengeluarkan sesuatu dari pikiran, mengolahnya dalam kata-kata, membuatnya LAYAK dibaca dan bisa membuat pembaca menyadari sesuatu setelah membaca tulisan saya itu hal yang berbeda.

dan itu hal yang selama ini saya nggak, atau belum bisa sentuh.
pingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn deeehh, sharing tentang nulis-nulis kayak gini, gimana cara ngeluarin pendapat tentang sesuatu lewat tulisan yang bisa dipahami dan 'dimakan' secara renyah sama pakarnya (pakar jare --a smoga orangnya nggak mbaca) : mbak vivin, dan tulisan yang berkesan. masio crispinya udah abis tapi mash kerasa di langit-langit mulut dan jadi pingin nyoba rasa-rasa yang lain dengan produk yang sama.

ya yang kayak gitu.

belum lagi masalah design blog ya hadeeeeehhhhhhh copo abesss. jadi alesan males juga.
malu juga liat desain blog ini. gitu-gitu aja. bila jg gak mau ngajari cara mbuat desain blog lucu-lucu, masukin jam-akuarium-visitcounter ato apa kek yang lucu.
ooo come ooooooooooooon


jadi plis jangan coba-coba ngepromote blog saya atau nyantum-nyantum yah #pedelagi
isin..
nanti aja lek saya sudah merasa tulisan saya oke dan layak dikonsumsi, silahkan.

tapi kapaaaaaan.
astaghfirullaah. buntu, ya Allah.









Saturday, August 13, 2011

Reminder

0 comments
"Kebenaran haqiqi itu milik Allah. Jadi, biar Allah saja lah yang menilai. Dia yang paling tau yang ada di masing-masing hati. Semoga niat-niat kita ini lurus, hanya mengharap ridhoNya. Nggeh ibu-ibU..."

Sepenggal ceramah sederhana dari ustadnya di suatu masjid di malam yang bulannya tuerang dan seksi.
saya langsung berhenti sibuk, diem sebentar, mencerna.
Dan Alhamdulillah sadar.

Memang pengingat-pengingat itu harus sering diputar.

Monday, August 01, 2011

Jadi? (Part 2)

1 comments

Jadi, akhirnya disini. Tolah-toleh liat situasi, mengangguk yakin dan mulai lompat. Hoaaaaapph.

Heroik sekali.

Romadhon.

Mengantisipasi bulan ini mulai dari Sya'ban. Mulai contdown juga, semakin dekat semakin deg-degan.

Ramadhan ini, puwwasti semua orang sedang berlomba-lomba. Dapat dipastikan, semua sedang ‘genit’ kepada-Nya. Wooohh, apalagi orang-orang itu. glek.

Jadi, saya ada disini. Tolah-toleh dan merasa apa dengan yang-kayak-gini-doang saya bisa 'ditoleh' Allah? Sedangkan ada berjuta-juta muslim di seantero dunia yang sedang melakukan hal yang sama bahkan lebih hebat dan mbikin nganga untuk mencari cintaNya di bulan ini.

Orang-orang huwebat yang saya kenal dan tau, sering mbikin merinding kalau tahu komitmen dan pencapaian-pencapaian mereka. Whoa, susah dijelaskan.. mereka-mereka yang dulu membuat saya berkesimpulan bahwa prestasi selalu berbanding lurus dengan kedekatan pada Tuhan. (oh, yang ini jelas. Ada penjelasan ilmiah dan ilmu titen-nya)

Saya membayangkan sodara-sodara muslim di belahan bumi lain yang sedang menjalankan Ramadhan mereka dengan desingan peluru, suara teriakan tentara jahiliyah, shalat tarawih yang tak tenang, bahkan belum tentu bisa makan sahur dan berbuka. Tetapi bibir mereka terus terlantun ayat-ayat AlQur’an. Dengan semangat yang masih sama,atau bahkan meningkat. Masih meyakini bahwa Allah akan terus melimpahkan cinta dan memberkahi tanah para syuhada, Palestina.

...

Jadi, berkaca sama yang saya lakukan.

...

Uadoh. Juwaoh.

Tapi memang saya percaya, kita semua percaya, Allah Maha Adil, Maha Mendengar, bahkan pada suara-suara labil di doa hamba macam saya.

Hanya saja, saya takut menjadi bagian Romadhon yang kurang berkesan. Saya takut hanya mendapat ingar-bingar Romadhon yang segitu-gitu aja, lebih sederhananya, saya takut rugi...

Saat yang lain mampu dapat poin Muwaksimal dan jackpot-jackpot khusus yang hanya ada di Bulan ini, saya Cuma dapet ‘recehan’nya..

nggak mau..

Hm... tapi Allah Maha Tahu kok. Apa yang ada dihati. Niat, semangat, ikhtiar.

Allah tahu.

Jadi...

niatkan diri untuk jadi yang terbaik di mataNya. Lakukan yang terbaik, lakukan yang maksimal, yang paling maksimal. Jangan mau rugi.. karena bisa jadi ini adalah Romadhon yang terakhir.

Nggak ada yang bisa menjamin tahun depan akan ada lagi kesempatan ini.

I Guarantee..

 
Copyright © Nezha Fathirah's Blog